Apa itu Ayam Organik dan Ayam Probiotik?



Saat ini banyak sekali ayam potong yang dilabeli ayam organik dan ayam probiotik. Daging ayam jenis ini diklaim lebih menyehatkan dibanding dengan daging ayam potong biasa. Nah, memang apa saja keunggulannya?

Ayam organik merupakan ayam yang dirawat atau diternak secara alami, tanpa keterlibatan bahan-bahan kimia. Bibit ayampun dari sejak awal ditetaskan dan dirawat dibesarkan dengan sistem organik. Bahkan dari pakannyapun tidak melibatkan unsur kimia, tapi berasal dari sayuran organik dan pelet atau dedaknya dibuat dari beras organik.

Oleh karena itu, daging ayam potongnya tidak terdeteksi pestisida saat diuji di laorattorium. Kadar e.coli nya berada dibawah ambang batas dan terbukti negatif Salmonella thyposa. Kandungan logam juga berada di bawah ambang batas, sehingga daging ayam organik betul-betul aman dikonsumsi.

Dalam pemeliharaan, pemotongan dan pembersihan daging ayam juga tidak sampai menggunakan bahan-bahan yang mengandung kimia. Ayam Organik dipelihara lamanya sekitar 70 hari sampai mencapai berat 900 gram-1.000 gram. Harganya lumayan tinggi, sekitar Rp. 48.000,- untuk ukuran yang mencapai 700-800 gram.

Sedangkan Ayam Probiotik merupakan ayam broiler biasa, tetapi didalam pakannya diberi bakteri lactobacillus. Ayam probiotik juga diberi jamu-jamuan seperti kunyit, brotowali, temulawak, jahe, dan lain lain.

Dengan ditambahkannya bakteri yang baik dan jamu-jamuan untuk pakannya, kinerja pencernaan ayam menjadi lebih baik. Lemak, lendir dan minyak alami yang terkandung pada daging ayam menjadi lebih sedikit daripada ayam broiler biasa. Jadi kadar kolesterolnya pun menjadi lebih rendah tapi poroteinnya menjadi lebih tinggi. 

Selain hal itu juga, kadar air atau kandungan air pada ayam probiotik menjadi lebih rendah, dan salmonella, antibiotik dan e coli menjadi tak terdeteksi. Kadar timbal, merkuri dan arsenik dalam batas aman. Bahkan di supermarket, harga ayam probiotik ini bisa mencapai Rp. 50.000 per kg nya. Mantap kan? 

Secara kasat mata, fisik ayam probiotik lebih baik. Dagingnya berwarna pink dan seratnya halus, tidak mudah hancur. Pada saat diolah, seperti digoreng, ukuran daging tidak menyusut, setelah dibakar pun, dagingnya tetap terlihat segar. Ayam hidup probiotik juga lebih tahan terhada stress.
Memang, ada harga, ada rupa. Daging ayam potong organik dan probiotik mempunyai banyak keunggulan, namun tentu saja kita harus menebusnya dengan harga yang agak merogoh kocek lebih dalam. Gimana, mau?

No comments:

Post a Comment